Luwu Timur, SwarnasAktual.Id-PT. Pongkeru Mineral Utama (POMU) menjadikan prinsip sustainability atau keberlanjutan, sebagai landasan utama dalam menjalankan operasional pertambangan.
Hal itu di tegaskan Direktur SDM dan CSR PT.POMU, Ittong Sulle, dalam sambutannya, pada acara silaturrahmi dirangkaikan buka puasa bersama PT.POMU dengan Masyarakat dan Forkopimda Luwu Timur di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Timur, Selasa (17/3/2026).
Lebih lanjut Ittong menuturkan, Good Mining Practice (GMP) atau Praktik Pertambangan yang Baik adalah Pendekatan komprehensif untuk menjalankan operasional tambang secara aman, efisien dan berkelanjutan.
Sesuai aturan ESDM, GMP bertujuan meminimalisir dampak lingkungan, mematuhi regulasi, meningkatkan keselamatan kerja, serta mengelola reklamasi, guna memastikan keberlanjutan pasca Tambang, ini menjadi komitmen kami.
“Kami percaya bahwa komunikasi dan sosialisasi yang baik dengan masyarakat adalah kunci utama dalam menjalankan perusahaan,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan bentuk niat baik perusahaan untuk membangun hubungan harmonis dengan masyarakat, khususnya di momentum bulan suci Ramadan.
Dalam kesempatan tersebut, Ittong memaparkan sejumlah capaian PT POMU sepanjang tahun 2025. Di antaranya, perusahaan telah menyelesaikan 100 persen perizinan utama, termasuk UKL-UPL dari Kementerian Lingkungan Hidup serta Rencana Kerja dan Biaya (RKB) eksplorasi 2025.
Selain itu, perusahaan juga telah menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung operasional, mulai dari kantor pusat di Jakarta, kantor perwakilan di Makassar, hingga mess operasional di Malili.
“Kami memiliki tiga fokus utama yang menjadi prioritas, yakni penyelesaian aspek legal, penguatan keuangan, dan persiapan operasional,” jelasnya.
Lebih lanjut, PT POMU menargetkan kegiatan eksplorasi dapat segera dimulai setelah Hari Raya Idul Fitri 2026. Dalam waktu sekitar satu bulan setelah lebaran, seluruh proses perizinan ditargetkan rampung dan kegiatan pengeboran sudah bisa dilakukan.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, perusahaan juga membuka peluang rekrutmen tenaga kerja, termasuk dari masyarakat lokal.
Sementara itu, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyampaikan bahwa kehadiran PT POMU merupakan bagian dari pengelolaan tiga blok yakni Blok Bulu Ballang, Lingke Utara dan Blok Pongkeru.
Menurutnya, saat ini proses pengembangan wilayah tambang tersebut terus berjalan dengan luas lahan mencapai sekitar 4.700 hektare.
“Kita berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama, seluruh tahapan bisa berjalan sesuai time schedule. Yang terpenting adalah bagaimana kehadiran perusahaan ini mampu memberdayakan tenaga kerja lokal, kontrak tor lokal dan menambah penghasilan daerah,” harapnya.
Di kesempatan tersebut, Irwan juga menekankan agar seluruh perusahaan yang berinvestasi di Luwu Timur juga tidak abai dengan penerapan safety yang baik dan pengelolaan lingkungan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
“Bagusnya kita di Luwu Timur ini, ada PT Vale Indonesia yang telah beroperasi puluhan tahun yang menerapkan safety dan tata kelola lingkungan yang bisa menjadi contoh bagi seluruh perusahaan yang beroperasi di Luwu Timur,” Tegas Irwan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat agar keberadaan investasi di sektor pertambangan dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.(Red)







