Kegiatan pembukaan Pelatihan Dasar Operator Alat Berat yang digelar di gedung Bantea, Kecamatan Towuti, pada Selasa (9/9/2025), menjadi sorotan penting bagi masa depan tenaga kerja lokal. Acara yang dihadiri langsung oleh legislator Partai Demokrat sekaligus anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur, Ir. Alamsyah, S.T., ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan industri pertambangan di wilayah tersebut.
Menurut Alamsyah, kehadiran pelatihan semacam ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kebutuhan mendesak bagi anak-anak muda Luwu Timur. Karena daerah ini dikenal sebagai kawasan pertambangan, maka kemampuan mengoperasikan alat berat menjadi bekal yang sangat berharga. Dengan keterampilan yang dimiliki, para pemuda setempat diharapkan mampu bersaing dan diprioritaskan dalam proses rekrutmen tenaga kerja, terutama untuk posisi-posisi yang membutuhkan keahlian khusus di sektor tambang.
Lebih lanjut, politikus Demokrat itu menekankan bahwa meskipun inisiatif penyelenggaraan pelatihan ini berasal dari pihak swasta, namun peran Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Luwu Timur sebagai leading sektor tidak bisa diabaikan. Dukungan dari instansi pemerintah tersebut sangat krusial agar program pelatihan berjalan optimal dan tepat sasaran. Ia berharap kolaborasi antara swasta dan pemerintah ini mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi nyata yang siap pakai di lapangan.
Harapan besar disampaikan Alamsyah agar setelah mengikuti pelatihan ini, para generasi muda tidak lagi kesulitan mencari pekerjaan. Dengan bekal skill yang mumpuni, mereka bisa langsung diterjunkan sebagai tenaga kerja profesional yang dibutuhkan perusahaan. Ke depan, diharapkan tidak ada lagi pemuda lokal yang tersingkirkan oleh tenaga kerja dari luar daerah hanya karena kurangnya keterampilan teknis.
Kegiatan pelatihan tersebut turut diramaikan oleh berbagai unsur penting, mulai dari perwakilan Dinas Nakertrans Luwu Timur, jajaran Pemerintah Kecamatan Towuti, anggota DPRD setempat, hingga para instruktur dan peserta pelatihan itu sendiri. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah, legislatif, dan sektor swasta dalam membangun sumber daya manusia unggul di Bumi Batara Guru.










