Upaya memperkuat ekonomi kerakyatan di Kabupaten Luwu Timur kembali mendapat suntikan energi melalui program pengembangan kapasitas yang menyasar seratus pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Program yang diinisiasi oleh PT Citra Lampia Mandiri tersebut berlangsung selama empat hari berturut-turut sejak Senin hingga Kamis, tepatnya 17 sampai 20 November 2025, dengan melibatkan perwakilan dari sembilan zona pemberdayaan perusahaan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara korporasi dan pemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital sektor usaha lokal.
Pembukaan agenda yang mengusung tema “UMKM Maju, Luwu Timur Sejahtera” itu dilangsungkan di Wisma Trans Malili, dan secara simbolis diresmikan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Luwu Timur, Andi Juanna, yang bertindak mewakili Bupati Irwan Bachri Syam. Kehadiran Andi Juanna dalam seremoni pembukaan tersebut sekaligus menegaskan dukungan penuh pemerintah kabupaten terhadap inisiatif peningkatan kompetensi pelaku usaha. Turut hadir mendampingi dalam acara itu Kepala Dinas Digdagkoprinum Luwu Timur, Senfry Oktavianus, beserta sejumlah kepala desa yang wilayahnya masuk dalam area pembinaan CLM.
Direktur Eksternal PT CLM, Ismail Achmad, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa rancangan pelatihan ini mengedepankan metode aplikatif yang relevan dengan tantangan bisnis kekinian. Materi yang disajikan kepada para peserta meliputi pengenalan aneka platform digital, teknik pemasaran berbasis internet, pengelolaan keuangan memanfaatkan aplikasi, serta langkah-langkah memperkuat daya saing produk lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas. Penekanan pada praktik langsung menjadi keunggulan utama dari pelatihan ini, sehingga peserta tidak hanya menerima teori tetapi juga simulasi nyata.
Ismail Achmad mengungkapkan bahwa pihaknya berharap para pelaku UMKM di Luwu Timur dapat berkembang dan berkompetisi dengan mengoptimalkan teknologi digital. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk terus berperan aktif dalam meningkatkan kapasitas para pelaku usaha tersebut. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kemampuan beradaptasi terhadap kemajuan digital merupakan faktor krusial bagi keberlangsungan dan pertumbuhan usaha di tengah kompetisi yang kian ketat. Penerapan teknologi dinilai akan mempermudah pelaku usaha dalam memperluas jangkauan pasar, mengefisienkan operasional, serta membenahi tata kelola bisnis secara menyeluruh.
Program pelatihan ini merupakan salah satu komponen dari skema Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat yang dijalankan PT CLM, selaras dengan visi pemerintah daerah untuk mewujudkan UMKM lokal yang lebih maju dan mandiri. Melalui inisiatif ini, perusahaan ingin memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan roda ekonomi berbasis kerakyatan. Kolaborasi lintas sektor pun turut dihadirkan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, melibatkan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, BPC HIPMI Lutim, dan LPK Lunarica yang bertanggung jawab dalam penyusunan kurikulum serta pendampingan teknis harian bagi seluruh peserta.
Dengan terlaksananya pelatihan ini, diharapkan terjadi lompatan signifikan dalam pemanfaatan peluang digital oleh UMKM setempat, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat luas. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan yang selama ini dikembangkan PT CLM dalam menjalankan tanggung jawab sosialnya. Ke depan, diharapkan lahir lebih banyak wirausaha tangguh yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, sekaligus menjadi tulang punggung perekonomian daerah yang berdaya saing. Pewarta dari SwarnasAktual.id melaporkan secara langsung jalannya kegiatan tersebut.










