Luwu Timur – Sebuah langkah strategis diambil oleh Andi Ahmad, S.A.N., anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur dari Fraksi PDIP, dengan memprioritaskan alokasi dana sebesar Rp1,6 miliar untuk Desa Ledu-Ledu di Kecamatan Wasuponda pada tahun 2025. Dana yang bersumber dari program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) tersebut bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata dari kesinambungan visi pembangunan yang pernah ia rintis saat masih menjabat sebagai kepala desa. Ketegasan ini disampaikan di hadapan ratusan konstituen dalam agenda reses perseorangan masa sidang III tahun 2024–2025 yang berlangsung di Desa Ledu-Ledu pada Kamis (14/8/2025).
Keakraban mewarnai jalannya pertemuan tersebut, di mana warga dengan antusias memanfaatkan momen untuk menyuarakan beragam kebutuhan, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, permintaan alat pertanian modern, hingga harapan akan adanya dukungan permodalan bagi usaha mereka. Andi Ahmad menegaskan bahwa penyaluran dana sebesar itu ke desa ini didasari oleh keinginan kuat untuk menuntaskan program-program yang sebelumnya sempat tertunda. Ia mengungkapkan bahwa masih banyak rencana yang belum rampung ketika ia memimpin desa, dan kini melalui mekanisme Pokir, seluruh perencanaan itu diharapkan dapat terealisasi tanpa hambatan. Baginya, Pokir adalah jembatan yang menghubungkan antara janji dan realisasi, bukan sekadar formalitas tahunan yang harus dijalankan.
Dalam rincian penggunaan anggaran yang dipaparkan kepada awak media, Andi Ahmad menjelaskan bahwa mayoritas dana akan difokuskan pada dua sektor utama: pembangunan jalan desa dan pengadaan alat pertanian. Perbaikan infrastruktur jalan dinilai krusial untuk melancarkan mobilitas penduduk serta mempercepat distribusi hasil bumi menuju pusat-pusat pasar, sehingga rantai ekonomi desa tidak terhambat oleh kondisi jalan yang buruk. Di sisi lain, bantuan berupa hand traktor dan traktor multifungsi akan dibagikan kepada kelompok-kelompok tani yang telah terdaftar. Menurutnya, penggunaan peralatan modern ini akan secara signifikan menghemat waktu dan tenaga para petani, yang pada akhirnya berujung pada peningkatan produktivitas panen.
Fokus perhatian tidak hanya tertuju pada sektor agraria. Andi Ahmad juga mengalokasikan anggaran khusus sebesar Rp500 juta yang diperuntukkan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah tersebut. Pola penyaluran yang dipilih berbeda dengan skema pada umumnya, karena dana akan didistribusikan langsung secara perorangan. Setiap kepala keluarga (KK) yang memenuhi kriteria akan menerima suntikan modal sebesar Rp2,5 juta untuk mengembangkan usahanya. Politisi asal Dapil Luwu Timur I Malili-Wasuponda ini meyakini bahwa sistem per KK jauh lebih efektif dibandingkan penyaluran melalui kelompok, karena setiap keluarga memiliki kendali penuh atas pengelolaan dana tersebut sesuai dengan kebutuhan konkret bisnis yang mereka jalani. Kebijakan ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi rumah tangga, khususnya memberdayakan para ibu yang berkecimpung di sektor kuliner, kerajinan tangan, dan perdagangan harian.
Lebih lanjut, Andi Ahmad memperkenalkan sebuah inisiatif bernama Brigade Pangan yang dirancang sebagai forum koordinasi komprehensif bagi seluruh kelompok tani di Kabupaten Luwu Timur. Melalui wadah ini, pembinaan teknis, distribusi bantuan, dan pelatihan peningkatan kapasitas petani akan lebih terarah dan mudah dipantau. Ia menekankan bahwa persatuan petani dalam satu organisasi akan mempermudah koordinasi sekaligus memastikan program-program pemerintah mengenai sasaran dengan tepat. Respon positif datang dari warga setempat. Sudirman, salah seorang konstituen yang hadir, menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan. Ia mengeluhkan kondisi jalan di desanya yang masih banyak berlubang dan rusak, dan berharap perbaikan segera terealisasi agar hasil panen tidak lagi tertunda sampai ke tangan pembeli. Senada dengan itu, Sitti Aminah, seorang pengusaha makanan ringan, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan modal tersebut. Ia berencana menggunakan dana tersebut untuk membeli peralatan baru dan bahan baku yang lebih banyak, seraya mengucapkan terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan terhadap usaha kecil.
Andi Ahmad yang juga tercatat sebagai wakil rakyat dari Fraksi PDIP menekankan bahwa seluruh program yang diusungnya berorientasi pada hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia menolak keras politik yang hanya berujung pada janji manis tanpa aksi nyata. Ia berharap langkah ini dapat menciptakan sinergi yang kuat antara pemerintah desa, masyarakat, dan DPRD untuk mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah Luwu Timur. Optimisme tinggi disampaikannya mengenai efek domino dari perbaikan infrastruktur dan injeksi modal usaha yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.










