Program bantuan perlengkapan sekolah untuk ribuan pelajar di Kabupaten Luwu Timur akhirnya terealisasi setelah sempat tertunda. Sebanyak 16.253 pasang seragam lengkap dengan aksesori pendukung kini telah disalurkan kepada siswa dari jenjang PAUD hingga SMP, termasuk mereka yang menempuh pendidikan di sekolah swasta. Penyerahan simbolis dilakukan langsung oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, di halaman Kantor Bupati pada Senin, 30 Maret 2026, bertepatan dengan pelaksanaan apel pagi perdana setelah masa libur panjang sekolah dan cuti kerja bersama.
Komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan menjadi motor utama di balik realisasi program ini. Dengan adanya paket bantuan yang terdiri atas seragam, dasi, topi, tas, kaos kaki, dan sepatu, diharapkan tidak ada lagi siswa yang terhambat kehadirannya di kelas hanya karena persoalan perlengkapan. Bupati Irwan, yang didampingi Sekretaris Daerah Ramadhan Pirade serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menegaskan bahwa distribusi bantuan ini menyasar seluruh wilayah tanpa kecuali. Ia memastikan penyaluran ke semua sekolah di 11 kecamatan ditargetkan rampung paling lambat pada Rabu pekan yang sama, dan ia menginstruksikan agar proses pendistribusian diawasi secara ketat oleh semua pemangku kepentingan serta dipublikasikan secara luas melalui kanal media sosial.
Keterlambatan penyaluran yang sempat terjadi, menurut penjelasan Bupati, disebabkan oleh proses produksi sepatu dan tas yang dikerjakan oleh pemasok dari luar daerah. Sementara itu, untuk komponen seragam dan topi, pengerjaannya melibatkan pengrajin lokal yang tergabung dalam usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Rincian lengkap bantuan diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur, Darmawan. Dari total 16.253 pasang yang disiapkan, sebanyak 5.315 pasang dialokasikan untuk anak didik PAUD, 5.739 pasang untuk jenjang sekolah dasar, dan 5.199 pasang lainnya diperuntukkan bagi pelajar tingkat SMP. Ia menargetkan percepatan distribusi ke seluruh penjuru kecamatan selesai pada Selasa, 31 Maret.
Sejumlah lembaga pendidikan menjadi perwakilan dalam acara seremonial penerimaan bantuan tersebut. Di antaranya adalah TK Negeri Pembina Malili, TK Makarti Mallaulu, SDN 238 Mallaulu, SDIT Insan Rabbani, SMP Negeri 1 Malili, SMP Negeri 2 Malili, SMPIT Wahdah Islamiyah Malili, serta MTSS Al Hidayah Malili. Kehadiran para kepala sekolah ini menjadi simbol jangkauan program yang merata, baik untuk institusi negeri maupun swasta. Apresiasi terhadap inisiatif pemerintah pun mengalir dari para penerima manfaat. Harjuliani, Kepala TK Negeri Pembina Malili, menyampaikan rasa syukurnya karena siswa kini memiliki kelengkapan yang memadai untuk hadir di sekolah tanpa lagi merasa cemas atau malu. Ia menambahkan bahwa alasan ketidakhadiran akibat kekurangan seragam kini tidak relevan lagi.
Senada dengan itu, Agustati yang menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 1 Malili mengungkapkan dampak positif yang sangat terasa, terutama bagi peserta didik dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Ia menuturkan bahwa anak-anak akhirnya bisa mengenakan perlengkapan baru yang utuh, mulai dari sepatu, kaos kaki, hingga topi. Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan sekolah anaknya menjadi berkurang secara signifikan. Program ini dinilai tidak hanya meringankan secara finansial, tetapi juga memberikan dorongan semangat belajar bagi para siswa di Kabupaten Luwu Timur.










