Mantan Gubernur DKI Jakarta kembali menghadirkan sebuah kanal digital baru di platform berbagi video. Lewat tayangan berkala yang dinamai #daripendopo, ia ingin menghadirkan ruang diskusi yang lebih dekat dengan masyarakat. Program ini diluncurkan sebagai respons atas kebutuhan akan dialog publik yang lebih cair dan tidak kaku. Alih-alih menggunakan format konferensi pers formal, ia memilih pendekatan yang lebih santai namun tetap substantif.
Konsep acara ini sebenarnya sederhana: ia memanfaatkan pendopo sebagai simbol keterbukaan dan kebersamaan. Dari tempat itulah ia akan berbincang dengan berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, akademisi, hingga warga biasa. Setiap episode direncanakan membahas isu-isu aktual yang sedang hangat diperbincangkan. Dengan durasi yang tidak terlampau panjang, ia berharap pesan-pesan yang disampaikan bisa langsung dicerna oleh penonton.
Menurut penjelasan yang ia sampaikan, pemilihan nama #daripendopo bukan tanpa alasan. Pendopo dalam tradisi Jawa sering digunakan sebagai tempat musyawarah dan pertemuan warga. Filosofi itulah yang ingin ia angkat kembali ke permukaan. Ia menegaskan bahwa ruang digital ini bukan sekadar ajang pencitraan, melainkan wadah untuk menampung aspirasi dan gagasan dari berbagai lapisan. Lebih jauh, ia berharap tayangan ini bisa menjadi jembatan antara pemerintah dan rakyat yang selama ini kerap terputus oleh birokrasi.
Untuk episode perdana, ia sudah menyiapkan sejumlah nama yang akan diundang sebagai bintang tamu. Mereka datang dari latar belakang yang berbeda-beda agar diskusi menjadi kaya perspektif. Jadwal tayang pun sudah diumumkan melalui akun media sosial resminya. Ia mengajak seluruh warganet untuk ikut menonton dan berpartisipasi lewat kolom komentar. Setiap masukan yang masuk akan ia baca dan jadikan bahan evaluasi untuk episode selanjutnya.
Inisiatif ini tentu menarik untuk disimak, apalagi di tengah maraknya konten digital yang hanya berorientasi pada hiburan semata. Dengan menghadirkan diskusi yang serius namun tetap ringan, program ini bisa menjadi alternatif tontonan yang mencerdaskan. Apalagi sang pembuat konten adalah figur publik yang sudah malang melintang di dunia pemerintahan. Pengalamannya selama ini akan menjadi nilai tambah dalam mengemas setiap pembahasan.
Bagi warga yang selama ini merasa suaranya tidak didengar, kehadiran #daripendopo bisa menjadi secercah harapan baru. Lewat kanal ini, mereka bisa menyampaikan pendapat secara langsung dan terbuka. Tidak ada sensor, tidak ada skenario yang dibuat-buat, semuanya berjalan natural. Ia juga menjanjikan bahwa setiap pertanyaan yang masuk akan dijawab secara tuntas di episode berikutnya. Ini adalah bentuk komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat.
Ke depannya, ia berencana untuk memperluas jangkauan program ini ke berbagai daerah. Tidak menutup kemungkinan, pendopo-pendopo virtual dari kota lain akan bermunculan menyusul. Ia optimistis bahwa format ini akan diterima dengan baik oleh publik yang haus akan diskusi yang bermakna. Dengan dukungan teknologi, jarak dan waktu bukan lagi menjadi hambatan untuk berdialog. Semua orang bisa terhubung, semua suara bisa didengar, dan semua gagasan bisa diuji di ruang publik yang sehat.










