Jakarta, SwarnasAktual.id – Ketua Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, memberikan penghormatan terakhirnya kepada mendiang Jimmy Carter, yang wafat pada usia 100 tahun. Abbas menegaskan bahwa Carter merupakan presiden Amerika Serikat pertama yang secara eksplisit mengakui hak dasar rakyat Palestina untuk menentukan nasib mereka sendiri, sebuah pengakuan yang dinilai sangat monumental dalam sejarah hubungan bilateral kedua bangsa.
Pernyataan duka tersebut disampaikan melalui akun media sosial resmi Perwakilan Palestina untuk PBB yang dipantau pada hari Selasa. Dalam pernyataannya, Abbas tidak hanya menyoroti posisi Carter yang bersejarah, tetapi juga memuji karakter pribadi sang mantan presiden. Ia menggambarkan Carter sebagai sosok pemberani dengan integritas moral yang tinggi, serta memiliki jiwa kemanusiaan dan kecakapan diplomatik yang langka, menjadikannya teladan bagi generasi masa depan dan simbol harapan bagi penegakan keadilan global.
Lebih jauh, Abbas mengungkapkan bahwa Carter tidak pernah ragu untuk mengkritik kebijakan Israel. Ia secara terbuka menyebut praktik “apartheid” yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina sebagai sebuah realitas yang harus dilawan. Alih-alih memilih jalan kekerasan, Carter justru konsisten memperjuangkan perdamaian sebagai solusi utama dalam menyelesaikan konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah. Dedikasi tanpa pamrih inilah yang menurut Abbas mengantarkan Carter meraih Hadiah Nobel Perdamaian, sebuah apresiasi dunia atas kerja kerasnya sepanjang hayat untuk memajukan peradaban dan kesejahteraan umat manusia.
Atas nama seluruh elemen masyarakat Palestina, Abbas menyampaikan duka cita yang mendalam dan berharap agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan untuk menghadapi kehilangan yang begitu besar. Pesan duka ini muncul di tengah kabar duka yang melanda Amerika Serikat, di mana Carter menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 29 Desember 2024. Kepergiannya terjadi di kediamannya di Plains, Georgia, dikelilingi oleh sanak keluarganya yang setia mendampingi. Sejak Februari 2023, Carter memang telah menjalani perawatan paliatif di rumahnya, sebagaimana diumumkan oleh Carter Center, sebuah organisasi filantropi yang ia dirikan.
Dengan usianya yang mencapai satu abad penuh, Carter tercatat sebagai mantan presiden AS paling berumur panjang dalam sejarah, sebuah rekor yang hingga kini belum ada presiden lain yang mampu menandinginya. Momen bersejarah tersebut ia rayakan tepat pada tanggal 1 Oktober 2024 lalu. Wafatnya pemimpin yang pernah menjabat sebagai presiden ke-39 ini memicu berbagai bentuk penghormatan kenegaraan. Sebagai tanda duka nasional, seluruh bendera AS di gedung-gedung pemerintahan dikibarkan setengah tiang. Presiden petahana, Joe Biden, bahkan telah menginstruksikan agar semua kantor federal ditutup pada hari pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Rangkaian prosesi pemakaman kenegaraan telah disiapkan dengan sangat matang. Upacara pemakaman utama dijadwalkan berlangsung di Katedral Nasional Washington pada tanggal 9 Januari mendatang. Sebelum acara puncak tersebut, publik akan diberikan kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir di dua kota besar, yaitu Atlanta dan Washington. Setelah itu, prosesi pemakaman akan digelar secara tertutup di kampung halaman tercintanya, Plains, Georgia, tempat ia dilahirkan dan menghabiskan masa tuanya.








