Luwu Timur – Organisasi pengusaha lokal di kawasan Lampia akhirnya resmi berdiri. Sebanyak lebih dari 30 pelaku usaha pertambangan tercatat sebagai anggota awal dalam wadah yang dinamakan Himpunan Pengusaha Asli Lampia (HiPAL). Proses deklarasi organisasi ini digelar pada Minggu, 20 Juli 2025, bertempat di Dermaga Lampia, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur.
Melalui mekanisme aklamasi, Aidil Toamir yang akrab disapa Pak Caca dipercaya memimpin organisasi sebagai ketua umum. Sementara posisi ketua harian dijabat oleh Askar. Dalam struktur lainnya, Taslim mengisi sekretaris, Fikri sebagai wakil sekretaris, Rusli menjabat bendahara, serta Nonong sebagai wakil bendahara. Beberapa koordinator bidang turut disusun meski tidak dirinci satu per satu.
Kehadiran asosiasi ini dinilai menjadi jawaban atas kebutuhan para pengusaha lokal yang selama ini tidak memiliki wadah bersama. Menurut penuturan Aidil, organisasi ini dirancang untuk menjembatani komunikasi antara pelaku usaha dengan berbagai elemen strategis, termasuk pemerintah daerah, Dewan Perwakilan Rakyat, perusahaan tambang yang beroperasi di Desa Harapan, hingga sektor industri lainnya. Dengan komunikasi yang terjalin baik, sinergi yang kuat diharapkan mampu tercipta.
Askar, yang menjabat ketua harian, mengungkapkan bahwa selama ini banyak pengusaha lokal kesulitan menembus birokrasi, terutama terkait perizinan. Mereka juga kerap terbentur aturan pemerintah mengenai kawasan resapan, yang membuat daya saing mereka lemah dibandingkan pengusaha dari luar daerah. Organisasi ini, lanjutnya, diharapkan menjadi fasilitator untuk membantuk para pengusaha menghadapi berbagai hambatan tersebut.
Terkait keanggotaan, Taslim menyebutkan bahwa pendaftaran tetap terbuka bagi pengusaha lain yang ingin bergabung. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi, yakni calon anggota masih berada dalam lingkup wilayah Desa Harapan. Dengan terbentuknya HiPAL, optimisme para pengusaha lokal untuk tumbuh dan bersaing secara sehat semakin menguat.











