“`html
Komitmen terhadap pembangunan manusia di Luwu Timur kembali ditegaskan oleh pihak swasta, di mana investasi terbesar dinilai bukan terletak pada infrastruktur fisik, melainkan pada kapasitas individu. Pandangan ini mengemuka dalam sebuah forum diskusi yang digelar di Makassar, yang sekaligus menjadi ajang perayaan dua dekade lebih organisasi mahasiswa daerah. Kehadiran korporasi dalam acara tersebut dinilai sebagai sinyal positif bagi kolaborasi lintas sektor, meskipun tantangan dunia usaha yang kompetitif menuntut kesiapan sumber daya manusia sejak dini. Melalui momentum ini, harapan besar disematkan kepada generasi muda agar mampu berperan sebagai penggerak perubahan, dengan dukungan nyata dari dunia industri dan pemerintah daerah.
Fauzi Lukman, yang mewakili PT. Citra Lampia Mandiri (CLM) sebagai Manager Eksternal dan Relation, menjadi salah satu narasumber kunci dalam Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Narasi Aksi Sinergi”. Acara yang merupakan rangkaian Milad ke-21 Ikatan Pelajar Mahasiswa Luwu Timur (IPMALUTIM) ini berlangsung di Hotel Max One Makassar. Dalam kesempatan tersebut, ia menguraikan bahwa pihaknya memandang tenaga kerja bukan sekadar alat produksi, melainkan aset strategis yang harus dipersiapkan secara berkelanjutan. Menurutnya, persiapan tersebut dapat dimulai dari peningkatan kompetensi hingga perluasan akses terhadap pelatihan dan magang bagi anak-anak muda.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa berbagai program pendampingan keterampilan dirancang agar para pencari kerja lokal mampu tampil percaya diri dan memiliki daya saing. CLM, sebagai bagian dari ekosistem bisnis di Luwu Timur, berkomitmen untuk tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan tetapi juga kualitas tenaga kerja. Fauzi menambahkan bahwa kolaborasi yang melibatkan sektor swasta dan pemerintah daerah merupakan prasyarat penting untuk mewujudkan hal tersebut. Ia menekankan bahwa tanpa sinergi yang nyata, upaya pengembangan kapasitas lokal akan sulit mencapai hasil yang optimal.
Sinergi dengan institusi pendidikan tinggi dan organisasi kepemudaan, seperti PP IPMALUTIM, juga disorot sebagai langkah strategis. Fauzi mengungkapkan keyakinannya bahwa mahasiswa memiliki peran besar sebagai agen perubahan, sehingga pihaknya terbuka untuk berkolaborasi dalam berbagai bidang. Kerja sama tersebut dapat mencakup penelitian, pengembangan program sosial, hingga inovasi yang memperkuat fondasi ekonomi daerah. Ia menegaskan bahwa inisiatif ini bukanlah program jangka pendek, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan Luwu Timur.
Pesan optimistis turut disampaikan langsung kepada para mahasiswa yang hadir, agar tidak gentar menghadapi persaingan. Fauzi mendorong mereka untuk bangga sebagai putra-putri daerah, karena potensi yang dimiliki dinilai setara bahkan bisa melampaui daerah lain. Ia mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama membuktikan bahwa SDM lokal mampu menjadi motor penggerak pembangunan. Pernyataan tersebut diutarakan dengan penuh semangat sebagai penutup paparannya di hadapan peserta forum.
Sementara itu, Haikun Candra selaku Ketua Umum PP IPMALUTIM menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan oleh PT. CLM. Ia menilai kehadiran perusahaan tersebut dalam perayaan Milad ke-21 menunjukkan keseriusan dunia usaha terhadap pengembangan SDM di daerah. Menurutnya, acara ini bukan sekadar seremonial, tetapi wadah untuk melahirkan gagasan besar tentang sinergi. Harapannya, kolaborasi yang melibatkan mahasiswa, pemerintah, dan swasta ini dapat terus berlanjut demi kemajuan Luwu Timur.
Melalui serangkaian kegiatan ini, IPMALUTIM berupaya menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Semangat untuk terus menghadirkan narasi dan aksi nyata menjadi fondasi dalam mewujudkan visi Luwu Timur yang lebih maju dan sejahtera. Dukungan dari berbagai pihak, terutama sektor industri, diharapkan mampu mempercepat terwujudnya ekosistem yang mendukung pertumbuhan kapasitas lokal. Dengan demikian, pembangunan yang berkelanjutan bukan hanya menjadi wacana, tetapi juga kenyataan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“`











