Memuliakan anak yatim menjadi tanggung jawab kolektif, bukan sekadar tugas individu. Hal ini kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan Muharram Fest 1448 Hijriah yang berlangsung di kediaman pribadi Bupati Luwu Timur, Malili, pada Senin (13/7/2026). Acara yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama Yayasan Abulyatama Indonesia Cabang Sorowako ini menghadirkan momen haru ketika Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Luwu Timur, Jihadin Peruge, dengan hangat memeluk anak-anak yatim yang hadir dalam suasana penuh keakraban dan kelembutan.
Kehadiran Jihadin Peruge dalam forum tersebut bukan sekadar seremonial belaka, melainkan wujud nyata dukungan institusi legislatif terhadap segala bentuk kegiatan sosial dan keagamaan yang bertujuan menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yang kehilangan orang tua. Dalam rangkaian acara tersebut, ia tampak mendampingi Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam bersama Wakil Bupati Hj. Puspawati Husler ketika prosesi pemberian santunan yang dikemas dalam amplop cinta serta paket bantuan berlangsung. Anak-anak yatim yang berasal dari berbagai penjuru wilayah Luwu Timur tampak antusias menerima perhatian tersebut.
Mengusung tema “Menguatkan Tulang Rusuk yang Patah dan Memuliakan Anak Yatim dengan Utuh”, perhelatan ini dirancang sebagai wadah untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial antar sesama. Suasana haru pun tidak terbendung ketika anak-anak yatim mendapatkan perhatian langsung dari para pemimpin daerah yang hadir di lokasi. Momen tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa kelangsungan hidup dan kebahagiaan anak yatim merupakan amanah yang harus dipikul bersama oleh seluruh elemen masyarakat.
Berbagai elemen penting turut memeriahkan dan mendukung kelancaran kegiatan ini, antara lain para asisten serta staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota Komunitas Pajero Sport, para pendamping anak yatim, mentor kegiatan interaktif Angga, serta Duta Literasi Luwu Timur. Kehadiran mereka memperkuat sinergi antara pemerintah, swasta, dan komunitas dalam mengangkat harkat serta martabat anak-anak yang membutuhkan uluran kasih sayang. Kegiatan ini pun menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menghadirkan kebahagiaan serta harapan baru bagi masa depan generasi penerus bangsa.








