Malili menjadi titik fokus penyerapan aspirasi warga ketika anggota legislatif Kabupaten Luwu Timur melakukan kunjungan kerja pada Minggu, 8 Maret 2026. Kunjungan ini merupakan implementasi dari kewajiban konstitusional yang melekat pada setiap wakil rakyat. Bangkit Revormansyah hadir langsung di daerah pemilihannya untuk mendengarkan secara langsung berbagai keluhan dan harapan masyarakat.
Kewajiban turun ke lapangan ini diatur secara tegas dalam peraturan perundang-undangan. Bagi Bangkit, reses bukanlah sekadar acara seremonial yang bersifat formalitas belaka. Kegiatan ini justru menjadi sarana strategis untuk menjaring berbagai masukan dari masyarakat. Aspirasi yang terkumpul nantinya akan menjadi bahan perjuangan di tingkat dewan. Menurutnya, setiap suara yang disampaikan warga adalah kompas bagi arah kebijakan pembangunan daerah menuju cita-cita Luwu Timur Juara.
Lebih lanjut, politikus tersebut menegaskan bahwa reses merupakan jembatan komunikasi yang menghubungkan rakyat dengan pemerintah daerah. Berbagai masukan yang disampaikan warga memiliki peran krusial dalam menentukan prioritas pembangunan. Selain itu, masukan tersebut juga menjadi pertimbangan penting untuk perbaikan kualitas pelayanan publik. Kebijakan yang lahir nantinya diharapkan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat banyak.
Dalam pertemuan tersebut, setidaknya ada enam poin penting yang berhasil dihimpun dari aspirasi masyarakat. Pertama, warga mengeluhkan proses perizinan untuk pendirian usaha yang dinilai terlalu berbelit-belit. Kedua, muncul persoalan mengenai tumpang tindih lahan milik masyarakat dengan izin usaha pertambangan yang dipegang oleh PT Tiga Samudra. Ketiga, masyarakat meminta adanya penambahan kuota peserta pelatihan keselamatan kerja (K3) khusus untuk operator alat berat.
Permintaan lainnya datang dari kalangan pekerja konstruksi yang menginginkan adanya pelatihan keterampilan jasa konstruksi yang difasilitasi oleh dinas pekerjaan umum. Kemudian, warga juga menyuarakan usulan untuk membuka akses jalan tembus dari kawasan Puncak Indah hingga ke lorong 10. Terakhir, pemasangan penerangan jalan umum di kawasan lorong 5 dan lorong 6 juga menjadi prioritas yang disampaikan warga kepada wakil mereka.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bangkit Revormansyah menyampaikan komitmen pribadinya sebagai wakil rakyat. Ia berjanji akan terus mengawal setiap aspirasi yang telah diterima. Semua masukan itu akan diperjuangkan agar realisasi pembangunan dapat berjalan merata di seluruh pelosok daerah. Tujuannya jelas, yakni mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mendorong kemajuan Luwu Timur secara menyeluruh.











