Luwu Timur menargetkan pencapaian besar pada ajang olahraga tingkat provinsi. Kontingen dari daerah ini dijadwalkan bertanding di Porprov Sulsel ke-18 yang akan berlangsung di Wajo dan Bone pada 7-14 November 2026. Ambisi untuk menembus dua digit perolehan medali emas serta masuk jajaran 10 besar klasemen akhir menjadi modal utama yang diusung.
Keyakinan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua KONI Luwu Timur, Herawan Raditya. Berdasarkan hasil kualifikasi yang digelar sepanjang 2025, sebanyak 32 cabang olahraga dipastikan melaju ke babak utama. Selain itu, pickleball juga akan ambil bagian sebagai nomor ekshibisi dalam perhelatan akbar tersebut. Herawan menyebut capaian ini menjadi bekal berharga untuk terus menggenjot prestasi olahraga di daerahnya.
Pernyataan itu mengemuka dalam Rapat Kerja yang digelar di Aula Wisma Trans, Malili, pada Sabtu (18/7/2026). Agenda utama pertemuan tersebut adalah membahas program kerja organisasi serta mematangkan seluruh rencana strategis menghadapi pesta olahraga antar-provinsi itu. Ia menambahkan, seluruh cabang olahraga di bawah naungannya mendapat perlakuan setara dalam pembinaan, tanpa ada satu pun yang diprioritaskan secara khusus.
Herawan juga menegaskan bahwa pihaknya memberikan ruang terbuka bagi setiap pengurus cabor untuk mengusulkan pelatih maupun wasit mengikuti pelatihan resmi. Seluruh biaya pelatihan tersebut telah dialokasikan dalam anggaran organisasi. Ia menekankan tidak ingin ada cabang olahraga yang merasa diabaikan. Setiap usulan yang masuk akan dipertimbangkan, sebab dana untuk keperluan tersebut memang sudah disiapkan.
Optimisme untuk bersaing di level provinsi juga disertai harapan besar dari berbagai pihak. Pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dianggap memegang peranan krusial dalam mewujudkan target tersebut. KONI memastikan para atlet akan menerima uang saku sebelum bertolak menuju lokasi pertandingan. Hal itu dimaksudkan agar seluruh atlet bisa berkonsentrasi penuh pada persiapan dan pertandingan yang akan dijalani.
Selain membahas target medali, forum tersebut juga mengangkat program unggulan bertajuk *one referee one coach*. Melalui inisiatif ini, KONI berharap setiap cabang olahraga nantinya memiliki pelatih dan wasit dengan lisensi nasional. Herawan menuturkan, keberadaan tenaga tersertifikasi akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembinaan atlet. Ia menegaskan, tidak ada lagi pelatih yang mengabdi tanpa memiliki sertifikat resmi.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat dan unsur terkait. Asisten III Setda Luwu Timur, Askar, hadir mewakili Bupati. Kehadiran Wakapolres Luwu Timur, Kompol Hajriadi, serta anggota Forkopimda lainnya turut memeriahkan jalannya rapat. Momentum ini sekaligus menjadi ajang apresiasi bagi para pemenang lomba desain kostum dan maskot kontingen Luwu Timur. Wildam, Hartobin, dan M Azka Arwin dinobatkan sebagai juara desain kostum. Sementara itu, Reza Vahlevy, Fahruddin Jaris, dan Riski Ahmad berhasil memenangkan kategori desain maskot.
Apresiasi juga diberikan kepada sejumlah atlet berprestasi di tingkat nasional. Theresia Irrelya Vanessa dari cabang atletik serta Muh Ardhiyat Syam Putra dari karate menerima uang pembinaan atas pencapaian mereka. Pemberian penghargaan ini diharapkan mampu memotivasi atlet lain untuk terus meningkatkan performa. Target dua digit medali emas yang dicanangkan pun diharapkan menjadi pemicu semangat bagi seluruh elemen untuk bekerja lebih keras selama masa persiapan menuju Porprov Sulawesi Selatan 2026.










