Jakarta Pusat menjadi saksi agenda penguatan kapasitas aparatur daerah, di mana Kabupaten Luwu Timur turut ambil bagian. Bukan sekadar seremonial, keikutsertaan dua camat dalam pendidikan dan pelatihan (diklat) khusus ini dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas birokrasi di wilayah tersebut. Harapannya, tata kelola pemerintahan di Luwu Timur ke depan makin lincah dan sigap dalam merespons aspirasi warga.
Pelaksanaan diklat yang digelar pada 13 hingga 17 April 2026 itu melibatkan 154 peserta camat dari berbagai penjuru Nusantara. Mereka mengikuti program yang digagas oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan tajuk Diklat Kepamongprajaan bagi Camat Angkatan I–V. Dari total peserta tersebut, dua nama yang mewakili Luwu Timur adalah Darlin Rauf, S.T., yang menjabat sebagai Camat Burau, serta Darwin H.D., S.Kom., M.M., Camat Tomoni. Keduanya berbaur dengan para rekan sejawat dari daerah lain untuk menimba ilmu kepemimpinan.
Momentum pembukaan diklat pada hari pertama, tepatnya 13 April 2026, berlangsung di Hotel BW Convention Center, Jakarta Pusat. Kepala BPSDM Kemendagri, Dr. Sugeng Hariyo, CACP., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Tampak hadir pula dalam acara itu Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen Kepemimpinan, Dr. Drs. H. Budi Santosa, M.Si., serta Asesor SDM Aparatur ahli madya, Dr. Drs. Izzuddin, M.Pd. Kehadiran para pejabat tinggi ini mengindikasikan betapa seriusnya pemerintah pusat dalam membina para pemimpin tingkat kecamatan.
Substansi materi yang disampaikan dalam diklat ini terfokus pada pengasahan kemampuan memimpin serta penguatan kolaborasi antarsektor di lingkungan pemerintahan daerah. Para camat dibekali wawasan agar lebih peka terhadap dinamika dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah. Selain itu, pelatihan ini dirancang untuk membentuk pribadi yang adaptif, sehingga setiap kebijakan yang diambil kelak bisa tepat sasaran dan menyentuh kepentingan publik secara langsung.
Dari sisi institusi, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Luwu Timur memandang pengiriman para camat ini bukanlah kegiatan yang sia-sia. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar untuk memperkuat fondasi pemerintahan desa dan kecamatan. Dengan bekal pelatihan tersebut, diharapkan pelayanan publik di Kabupaten Luwu Timur kian responsif, adaptif, dan lebih mengedepankan kebutuhan riil masyarakat. Lebih jauh lagi, hal ini diyakini menjadi pendorong terwujudnya program smart governance di wilayah tersebut, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang modern dan berorientasi pada kemudahan akses informasi bagi warganya.










