Wisma Trans di Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, menjadi saksi digelarnya sebuah agenda peningkatan kapasitas bagi para kader kesehatan pada Senin (1/12/2025). Acara yang berlangsung di lokasi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PT. Citra Lampia Mandiri (PT.CLM) dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, menyasar 25 kompetensi spesifik yang wajib dikuasai oleh kader Posyandu di wilayah dampingan perusahaan.
Sebanyak sembilan desa yang menjadi fokus program Pengembangan dan Pemberdayaan masyarakat turut berpartisipasi dalam pelatihan ini. Para kader bersama bidan desa dari masing-masing lokasi hadir memenuhi undangan, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap peningkatan kapasitas diri. Kehadiran jajaran pejabat penting turut mewarnai jalannya kegiatan, di antaranya Direktur Eksternal PT.CLM, Ismail Ahmad, didampingi Manajer Eksternal, Fauzi Lukman, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan yang dihadiri oleh Kabid P2P, Alimuddin Bahtiar, S.Sos., M.M., dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPK) Kabupaten Luwu Timur, Amrullah Rasyid.
Dalam sambutannya, Ismail Ahmad menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran Bupati beserta jajaran. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bukti konkret dukungan pemerintah daerah dalam mengokohkan peran strategis Posyandu sebagai garda terdepan layanan kesehatan warga. Fokus utama yang diusung mencakup akselerasi penurunan angka stunting, perbaikan status gizi balita, layanan kesehatan ibu dan anak, hingga pemantauan tumbuh kembang masyarakat di tingkat desa, yang selama ini menjadi prioritas pembangunan.
Ismail Ahmad menegaskan bahwa sosok kader Posyandu adalah pahlawan kesehatan yang bekerja dengan ketulusan hati. Mereka hadir di tengah masyarakat dan berada di barisan terdepan dalam memberikan pelayanan dasar. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan jauh lebih kompleks. Perubahan gaya hidup masyarakat, lonjakan jumlah penduduk, serta isu-isu kesehatan prioritas seperti stunting, gizi buruk, dan penyakit menular maupun tidak menular, menuntut para kader untuk terus mengasah wawasan, keterampilan, dan kompetensi yang lebih mumpuni.
Pihaknya berharap pelatihan ini mampu menjadi sarana efektif bagi para kader untuk mengasah kemampuan dalam memberikan pelayanan Posyandu yang sesuai standar. Lebih dari itu, penguasaan aplikasi digital dan sistem pencatatan elektronik seperti ePosyandu juga menjadi materi penting yang harus dikuasai. Kemampuan berkomunikasi dan mengedukasi masyarakat secara lebih efektif juga ditekankan, agar para kader dapat berperan sebagai agen perubahan yang mampu meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya kesehatan keluarga.
Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni belaka, melainkan menjadi momentum berharga untuk saling belajar, bertukar pengalaman, dan mempererat sinergi lintas sektor. Ismail Ahmad menggarisbawahi bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan mustahil dicapai secara sendirian. Dukungan penuh dari pemerintah daerah, kecamatan, desa, para tenaga kesehatan, dan seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan pelayanan Posyandu yang berkualitas. Melalui kesempatan tersebut, ia pun mengajak seluruh elemen untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, kuat, dan berkualitas demi kemajuan Luwu Timur yang lebih sejahtera.








