Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Luwu Raya

Sebanyak 400.Kg Beras Bantuan Di Tarabbi Hilang, Diduga di Gondol Maling

badge-check

Sebanyak 400.Kg Beras Bantuan Di Tarabbi Hilang, Diduga di Gondol MalingPerbesar

Luwu Timur – Aksi pencurian bantuan sosial kembali terjadi. Sebanyak 400 kilogram beras yang diperuntukkan bagi 40 keluarga penerima manfaat di Desa Tarabbi, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, dilaporkan raib dari lokasi penyimpanan. Ironisnya, jatah pangan untuk warga kurang mampu ini menguap di awal tahun 2025, padahal program tersebut merupakan agenda pemerintah pusat yang direncanakan untuk tahun 2024.

Menurut penuturan Westy selaku penanggung jawab bantuan pangan di tingkat desa, peristiwa ini baru disadari pada Kamis (2/1/2025). Berbeda dengan laporan awal, pengungkapan kehilangan ini justru berawal dari permintaan salah satu warga bernama MS yang akrab disapa Tante. MS meminta tolong kepada Westy untuk mengambil jatah berasnya. Saat itu, Westy mengaku masih sibuk dengan aktivitas pergantian tahun, sehingga ia baru bisa mendatangi rumah perpustakaan yang dijadikan gudang penyimpanan pada pagi harinya. Betapa kagetnya ia ketika mendapati hanya dua karung kecil yang tersisa. Dua karung itu pun sempat diangkut, namun salah satunya sobek di tengah jalan sehingga sebagian isinya tercecer.

Beras yang hilang tersebut sesungguhnya disimpan dalam kemasan kecil 10 kilogram per karung. Total keseluruhan barang bantuan ini dititipkan di gedung perpustakaan desa, jauh dari pengawasan ketat. Ketika dikonfirmasi via sambungan telepon, Westy membenarkan secara gamblang bahwa stok beras tersebut memang telah raib. Ia juga mengaku tidak memiliki informasi pasti mengenai waktu kejadian pencurian, mengingat lokasi tidak dijaga selama masa libur dan tidak ada petugas yang beraktivitas di kantor.

Lebih lanjut, koordinator bantuan ini menyampaikan bahwa dirinya kerap mengumumkan kepada warga untuk segera mengambil hak mereka. Sayangnya, antusiasme penerima manfaat sangat minim. Hanya segelintir orang yang datang menjemput bantuan, sementara mayoritas lainnya justru menunda. Padahal, menurutnya, seluruh jatah seharusnya sudah tersalurkan sepenuhnya sebelum tahun 2024 berakhir. Berulang kali ia menyampaikan imbauan tersebut, tetapi tanggapan warga masih sangat lambat. Akibat kelalaian dan ketidaktepatan waktu penjemputan ini, akhirnya ruang gerak para pelaku kejahatan menjadi terbuka lebar untuk melancarkan aksinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Komisi III DPRD Lutim Tegaskan Proyek Pipa Minyak PT.Vale Tidak Boleh Beroperasi Sebelum Ada Kesepahaman

11 Okt 2026 - 03:56 WITA

Komisi III DPRD Lutim Tegaskan Proyek Pipa Minyak PT.Vale Tidak Boleh Beroperasi Sebelum Ada Kesepahaman

Ketua Komisi III DPRD Lutim Rivaldi :  Keputusan RDP dan Tinjauan Pipa PT.Vale Diambil Kolektif Kolegial

11 Okt 2026 - 03:11 WITA

Ketua Komisi III DPRD Lutim Rivaldi :  Keputusan RDP dan Tinjauan Pipa PT.Vale Diambil Kolektif Kolegial

Ekonomi Rakyat Bergerak & meningkat, Expo UMKM Sulsel 2026 di Luwu Timur Tuai Pujian

11 Okt 2026 - 02:33 WITA

Ekonomi Rakyat Bergerak & meningkat, Expo UMKM Sulsel 2026 di Luwu Timur Tuai Pujian

Wakil Ketua Komisi III DPRD Lutim Badawi Alwi Persoalkan Jarak Pipa Minyak PT Vale dengan Rumah Warga di Balambano

10 Okt 2026 - 05:48 WITA

Wakil Ketua Komisi III DPRD Lutim Badawi Alwi Persoalkan Jarak Pipa Minyak PT Vale dengan Rumah Warga di Balambano
Trending di Luwu Raya