Menu

Otomatis

Luwu Raya

Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur Jihadin Peruge Hadiri Pengukuhan TMS

badge-check

Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur Jihadin Peruge Hadiri Pengukuhan TMSPerbesar

Luwu Timur – Status organisasi resmi kini disandang oleh Towuti Music Shelter (TMS) setelah prosesi pengukuhan digelar di halaman Warkop Towuti pada Sabtu, 24 Januari 2026. Momen bersejarah bagi para musisi kecamatan Towuti ini turut disaksikan langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Luwu Timur, Jihadin Peruge, di mana dirinya hadir bersama sejumlah tokoh penting lainnya seperti perwakilan Camat Towuti, kordinator AMLT wilayah Towuti yang akrab disapa Totto, Ketua Risal Mujur, pendiri AMLT Kelu, serta Dimas dari jajaran Eksternal PT Vale Indonesia.

Di tengah acara yang juga dimeriahkan dengan panggung live musik dari para musisi lokal Towuti tersebut, AMLT secara resmi menyerahkan bantuan berupa peralatan musik yang merupakan sumbangan dari PT Vale Indonesia. Penyerahan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari program pemberdayaan komunitas yang telah berjalan. Bahkan, dari informasi yang dihimpun, bantuan serupa telah didistribusikan ke tiga kecamatan berbeda: Nuha melalui Nuha Music Shelter (NMS), Wasuponda lewat Wasuponda Music Community (WMC), dan Towuti dengan TMS sebagai penerimanya.

Dalam kesempatan itu, Jihadin Peruge menyampaikan aspirasinya langsung di hadapan perwakilan Eksternal PT Vale Indonesia. Politikus tersebut meminta agar TMS bisa difasilitasi menjadi mitra strategis, baik untuk kontraktor nasional maupun kontraktor lokal Vale Indonesia. Menurutnya, banyak kontraktor di wilayah tersebut yang kerap menggelar kegiatan seperti family gathering, dan momentum itu dinilai sangat potensial untuk melibatkan musisi lokal, khususnya TMS. Ia menegaskan bahwa pelibatan tersebut akan menjadi angin segar bagi ekonomi kreatif masyarakat setempat.

Lebih jauh, Jihadin juga berharap TMS tidak hanya berhenti pada musisi yang berada di pusat kecamatan. Ia mendorong agar komunitas ini menjangkau para musisi di pelosok desa. Pesan lain yang tak kalah penting adalah ajakan untuk membangun kolaborasi lintas komunitas. Baginya, TMS seharusnya menjadi wadah pemersatu, bukan sekadar organisasi musik. Ia menilai musisi tidak mengenal batas, sehingga komunitas ini bisa menjadi jembatan bagi berbagai elemen masyarakat di Towuti untuk bersatu dalam bingkai kegiatan yang positif.

Sementara itu, suara dukungan datang dari perwakilan pemerintah kecamatan Towuti. Pihaknya mengucapkan selamat atas pengukuhan TMS serta bantuan alat musik yang diterima. Ditegaskan pula bahwa pemerintah kecamatan selalu siap berkolaborasi dan mendukung penuh setiap kegiatan TMS selama membawa dampak positif bagi kemajuan wilayah Towuti.

Namun, di balik euforia pengukuhan tersebut, terdapat dinamika internal yang terjadi di tubuh TMS. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan beberapa hari setelah acara, sang ketua yang sebelumnya memimpin, Budi, dilaporkan mengundurkan diri dari posisinya. Melalui mekanisme Musyawarah Luar Biasa (Muslub), kursi kepemimpinan kemudian diserahkan kepada Fajar. Meski sempat terjadi pergantian, Budi dalam sambutannya sempat menyampaikan rasa syukurnya karena TMS kini resmi bernaung di bawah AMLT dan mendapat bantuan dari PT Vale. Ia pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada AMLT yang telah berperan sebagai fasilitator, sehingga TMS mampu memiliki legalitas resmi.

Ketua AMLT, Risal Mujur, memberikan catatan penting terkait bantuan alat musik tersebut. Ia menekankan bahwa instrumen yang diberikan bukanlah hibah untuk dimiliki secara pribadi, melainkan untuk digunakan sesuai fungsinya. Ada konsekuensi tegas yang disampaikan: jika dalam kurun waktu satu bulan alat musik itu tidak dimanfaatkan, maka AMLT berhak untuk menariknya kembali. Kebijakan ini diambil semata-mata agar TMS terus aktif berkarya, produktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah melalui program-program yang dijalankan.

Mujur juga melontarkan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah kabupaten Luwu Timur dan DPRD setempat yang selama ini menjadi mitra strategis AMLT dalam menyediakan ruang berekspresi bagi para musisi. Secara khusus, ia menyoroti peran besar PT Vale Indonesia yang telah berkali-kali mendukung berbagai kegiatan dan program AMLT. Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bukti nyata dari upaya pemberdayaan komunitas dan masyarakat. Ia menyebut bahwa di awal tahun 2026 ini saja, AMLT telah menyalurkan bantuan alat musik ke tiga kecamatan sekaligus, dan berharap sinergi semacam ini akan terus berlanjut di masa mendatang. Semua pihak berharap TMS dapat memanfaatkan momentum ini untuk tumbuh menjadi komunitas yang mandiri dan berdampak luas bagi perkembangan musik di Luwu Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pemerintah Kecamatan Bersama Polsek Burau Gelar Kegiatan Pembinaan Masyarakat

21 Agu 2026 - 11:53 WITA

Pemerintah Kecamatan Bersama Polsek Burau Gelar Kegiatan Pembinaan Masyarakat

IKA DPRD Lutim Lakukan Aksi Peduli Korban Kebakaran di Desa Wewangriu

30 Jul 2026 - 08:40 WITA

IKA DPRD Lutim Lakukan Aksi Peduli Korban Kebakaran di Desa Wewangriu

DPRD Lutim Terima Kunker Rombongan DPRD Tana Toraja

28 Jul 2026 - 12:55 WITA

DPRD Lutim Terima Kunker Rombongan DPRD Tana Toraja

DPRD Lutim Gelar Rapat Pembahasan RENJA Tahun Anggaran 2027

23 Jul 2026 - 00:04 WITA

DPRD Lutim Gelar Rapat Pembahasan RENJA Tahun Anggaran 2027
Trending di Luwu Raya