Malili, Luwu Timur — Sebuah tonggak baru bagi perekonomian daerah resmi digoreskan melalui persetujuan penambahan penyertaan modal pada perusahaan daerah. Dalam rapat paripurna yang berlangsung Kamis (27/11/2025) di Ruang Sidang Paripurna DPRD Malili, kebijakan strategis ini akhirnya memperoleh lampu hijau. Ketua DPRD Ober Datte memimpin langsung jalannya persidangan tersebut, dengan didampingi Wakil Ketua I Jihadin Paruge serta Wakil Ketua II Hj. Harisah Suharjo. Seluruh anggota dewan, jajaran Forkopimda, dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur turut memadati ruang sidang untuk menyaksikan momen bersejarah ini.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan bahwa langkah ini bukanlah sekadar perubahan angka di atas kertas neraca Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Lebih dari itu, ia menyebut kebijakan ini sebagai wujud nyata dedikasi pemerintah daerah dalam memperkokoh fundamental ekonomi melalui pengelolaan yang profesional, modern, serta penuh tanggung jawab. Menurutnya, Perseroda Luwu Timur Gemilang berperan sebagai senjata andalan pemerintah untuk memacu pertumbuhan ekonomi, mengoptimalkan potensi sumber daya lokal, dan memperbesar ruang berusaha yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Ia pun berharap suntikan modal segar ini mampu memperbesar kapasitas operasional perusahaan, membuka cabang-cabang bisnis baru yang menjanjikan, sekaligus menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.
Kepala daerah tersebut juga menyampaikan aspirasinya agar kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa meningkat signifikan, menjadikan BUMD sebagai lokomotif penggerak ekonomi masyarakat setempat. Keberhasilan ini, tegasnya, mutlak harus diiringi dengan penerapan prinsip manajemen yang transparan dan berorientasi pada hasil akhir. Dengan begitu, perusahaan daerah benar-benar mampu berperan sebagai katalisator kemajuan ekonomi warga Luwu Timur. Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan dokumen resmi penambahan penyertaan modal antara Bupati dan Ketua DPRD sebagai simbol komitmen bersama. Acara ini juga menjadi penegasan sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mendorong kemajuan daerah.










