Puluhan kepala desa yang tergabung dalam program Kampung Pangan Adhyaksa bersama para wartawan diundang ngobrol santai oleh Kejaksaan Negeri Luwu Timur di pendopo kantor mereka, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, pada Minggu (16/7/2025). Pertemuan ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus penyampaian instruksi tegas dari pimpinan tertinggi kejaksaan setempat. Dalam kesempatan tersebut, Budi Nugraha selaku Kajari Lutim menegaskan sikapnya yang tanpa kompromi terhadap kejahatan seksual, terutama yang menyasar anak-anak di wilayah hukumnya.
Budi Nugraha mengungkapkan keprihatinannya terhadap lonjakan perkara kekerasan seksual yang masuk ke meja hijau. Selama dua bulan pertama tahun 2025 saja, sudah ada sepuluh perkara yang ditangani, dan angka itu dinilainya sangat memprihatinkan. Yang lebih meresahkan, kata dia, para tersangka ternyata bukan orang asing bagi korban, melainkan figur-figur terdekat seperti ayah tiri dan paman kandung. Permintaan hukuman berat pun telah disampaikannya langsung kepada Ketua Pengadilan Negeri agar para pelaku mendapatkan efek jera maksimal.
Untuk menekan angka kejahatan tersebut, institusi penegak hukum itu tidak bekerja sendirian. Kerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat sudah dijalin, dan program Jaksa Masuk Sekolah terus digencarkan sebagai upaya preventif. Para kepala desa yang hadir juga diminta berperan aktif menyuarakan bahaya narkoba dan kekerasan seksual kepada warganya masing-masing. Sosialisasi berkelanjutan di tingkat akar rumput dianggap sebagai kunci untuk melindungi generasi muda dari ancaman ganda tersebut.
Kegiatan silaturahmi ini sendiri dihadiri oleh jajaran pegawai Kejari Lutim, empat belas kepala desa binaan Kampung Adhyaksa, serta awak media yang selama ini kerap meliput kegiatan kejaksaan. Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi bukti bahwa kejaksaan tidak hanya bergerak di ranah penuntutan, tetapi juga membangun kemitraan dengan masyarakat dan pers dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman.











