Prediksi puncak arus balik Lebaran tahun ini jatuh pada dua rentang waktu berbeda, yakni 24-25 Maret dan 28-29 Maret 2026, sebagaimana disampaikan dalam amanat Kepala Kepolisian RI yang dibacakan pada Apel Gelar Pasukan di halaman Mapolres Luwu Timur, Kamis (12/3/2026). Kegiatan tersebut menandai dimulainya Operasi Ketupat 2026 secara resmi di wilayah tersebut, yang berlangsung selama 13 hari mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026.
AKBP Ario Putranto selaku Kapolres Luwu Timur memimpin langsung jalannya apel tersebut, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Timur, Ramadhan Pirade. Dalam amanat yang dibacakan secara serentak itu, Kapolri mengungkapkan bahwa hasil Rapat Koordinasi Lintas Sektoral memperkirakan gelombang pertama arus mudik terjadi pada 14-15 Maret, disusul gelombang kedua pada 18-19 Maret 2026.
Berbagai titik strategis di Kabupaten Luwu Timur akan dijaga melalui lima posko operasi yang telah disiapkan Polres setempat. Posko-posko tersebut difungsikan untuk memberi pelayanan maksimal kepada para pemudik sekaligus mengamankan jalannya perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah hukum Polres Luwu Timur.
Kapolri dalam amanatnya juga menginstruksikan jajarannya untuk mengoptimalkan layanan telepon darurat 110 agar respons terhadap masyarakat menjadi lebih cepat dan solutif. Kehadiran personel di tengah warga harus benar-benar dirasakan, bukan hanya sekadar simbolis belaka.
Selain itu, strategi komunikasi publik yang efektif dinilai sangat krusial selama operasi berlangsung. Masyarakat perlu mendapat informasi akurat seputar layanan kepolisian, imbauan kamtibmas, hingga skema rekayasa lalu lintas yang diterapkan. Dengan demikian, seluruh rangkaian Operasi Ketupat 2026 yang digelar serentak di semua jajaran Polri, termasuk Polres Luwu Timur, dapat berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.











