Memasuki tahun 2026, semangat kebersamaan dan pengabdian menjadi sorotan utama dalam perayaan HUT KORPRI di lingkungan Bawaslu Luwu Timur. Upacara yang digelar pada Senin, 1 Desember 2025, di halaman kantor tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk menegaskan kembali komitmen Aparatur Sipil Negara dalam menjaga persatuan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kepala Sekretariat Bawaslu Luwu Timur, Lenny Thalib, yang memimpin jalannya upacara, menyampaikan amanat yang menekankan perlunya adaptasi terhadap perkembangan zaman serta kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan.
Dalam kesempatan tersebut, Lenny Thalib menguraikan arahan Ketua Umum KORPRI Nasional, Zudan Arif Fakrulloh, yang pada pokoknya mengajak seluruh ASN untuk memperkuat solidaritas dan menjunjung tinggi etika profesi. Beliau menyebutkan bahwa organisasi KORPRI memiliki peran strategis sebagai penggerak birokrasi sekaligus perekat persatuan bangsa. Pesan ini disampaikan di hadapan para peserta upacara dengan harapan agar setiap insan ASN mampu menjadi teladan dalam menjalankan tugas sehari-hari, khususnya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Lebih lanjut, tema yang diusung pada peringatan kali ini, “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI Mewujudkan Indonesia Maju”, menjadi landasan utama dalam setiap amanat yang disampaikan. Tema tersebut diartikan sebagai tekad kuat ASN untuk tetap berintegritas, profesional, dan bersatu dalam pengabdian kepada negara. Penekanan khusus diberikan pada isu netralitas dan kemandirian organisasi, di mana Lenny Thalib mengingatkan bahwa kesejahteraan anggota merupakan prioritas yang harus diimbangi dengan tanggung jawab menjaga nama baik institusi.
Selain membahas isu internal organisasi, arahan yang disampaikan juga menyentuh aspek inovasi dan pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan publik. Lenny Thalib mengajak jajaran KORPRI untuk tidak berhenti berinovasi demi mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya itu, kewaspadaan terhadap potensi bencana juga menjadi perhatian serius. Para anggota KORPRI diminta untuk selalu siap siaga dan aktif memberikan bantuan kepada warga yang tertimpa musibah, sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
Menutup rangkaian amanatnya, Lenny Thalib mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momen HUT ke-54 ini sebagai titik tolak penyegaran semangat. Beliau mengajak semua pihak untuk memandang peringatan ini sebagai Apel Kesiapsiagaan KORPRI, sebuah momen refleksi untuk menutup catatan tahun 2025 dan menyambut tahun 2026 dengan tekad baru. Disiplin dan etika profesi harus terus ditegakkan, sementara solidaritas antaranggota perlu diperkuat, agar cita-cita Indonesia yang maju, berdaulat, dan berkeadilan dapat terwujud melalui kinerja ASN yang optimal.
Rangkaian kegiatan upacara tersebut turut dihadiri oleh jajaran pengurus dan anggota KORPRI setempat, termasuk Ketua Pawennari serta anggota Sukmawati Suaib dan Sulkifli. Adapun susunan petugas upacara meliputi Dedy Sutaryo yang memegang peran sebagai komandan upacara, Nur Aulia Mentari yang bertugas membacakan Panca Prasetya KORPRI, serta Rida Pungky Loleh sebagai pembaca teks UUD 1945. Doa dipanjatkan oleh Ikram Tadda, sementara Andi Ma’ruf dipercaya sebagai ajudan dalam jalannya upacara tersebut. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan tertib dan khidmat, mencerminkan dedikasi ASN di Luwu Timur dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat.











