Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Luwu Raya

Tantangan Data Pemilih Pernikahan Dini, Bawaslu Lutim Lakukan Koordinasi Dengan Kemenag

badge-check

Tantangan Data Pemilih Pernikahan Dini, Bawaslu Lutim Lakukan Koordinasi Dengan KemenagPerbesar

Luwu Timur – Sebanyak 12 orang tercatat sebagai pasangan yang menikah di bawah usia 17 tahun dalam rentang Januari 2024 hingga Juni 2025 di Kabupaten Luwu Timur. Angka tersebut terungkap setelah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat melakukan koordinasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) pada Selasa, 22 Juli 2025. Data ini kelak bakal diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) demi mewujudkan daftar pemilih yang valid dan berkualitas.

Kendala administratif terkait legalitas perkawinan dini menjadi sorotan utama dalam tahapan Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Banyak warga yang telah menikah muda secara sah menurut agama, tetapi belum memegang dokumen resmi negara, sehingga berpotensi tercatat keliru atau bahkan tidak tercatat sama sekali dalam daftar pemilih. Persoalan inilah yang mendorong Bawaslu untuk mengambil langkah koordinasi lintas instansi.

Sulkifli, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas (HP2H) Bawaslu Luwu Timur, menyampaikan bahwa status kawin atau pernah kawin menjadi salah satu syarat mutlak bagi seseorang untuk diakui sebagai pemilih, selain batas usia 17 tahun. Menurutnya, mereka yang telah menikah sebelum mencapai usia 17 tahun sebenarnya tetap memenuhi syarat secara hukum. Namun, syarat itu harus didukung dengan bukti administratif yang jelas, dan di sinilah pentingnya kerja sama antarlembaga.

Kedatangan tim Bawaslu di kantor Kemenag Luwu Timur disambut langsung oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, H. Muhammad Yunus. Ia menegaskan kesediaan Kemenag untuk berbagi data serta berkolaborasi dalam hal yang berkaitan dengan catatan pernikahan dini yang resmi. Sulkifli menambahkan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari strategi pengawasan yang lebih inklusif dan berbasis pada realitas sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Pria yang akrab disapa Songko Lotong itu juga menjelaskan bahwa temuan dari koordinasi ini bakal diteruskan kepada KPU sebagai wujud komitmen bersama. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara perlindungan hak pilih warga dan ketertiban administrasi kependudukan. Lebih jauh, upaya ini diharapkan mampu memberikan edukasi publik sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan data. Dengan tersebarnya 12 kasus perkawinan dini di 11 kecamatan, Bawaslu menilai langkah kolaboratif ini menjadi krusial dalam memastikan setiap warga yang berhak memilih tidak terabaikan haknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Komisi III DPRD Lutim Tegaskan Proyek Pipa Minyak PT.Vale Tidak Boleh Beroperasi Sebelum Ada Kesepahaman

11 Okt 2026 - 03:56 WITA

Komisi III DPRD Lutim Tegaskan Proyek Pipa Minyak PT.Vale Tidak Boleh Beroperasi Sebelum Ada Kesepahaman

Ketua Komisi III DPRD Lutim Rivaldi :  Keputusan RDP dan Tinjauan Pipa PT.Vale Diambil Kolektif Kolegial

11 Okt 2026 - 03:11 WITA

Ketua Komisi III DPRD Lutim Rivaldi :  Keputusan RDP dan Tinjauan Pipa PT.Vale Diambil Kolektif Kolegial

Ekonomi Rakyat Bergerak & meningkat, Expo UMKM Sulsel 2026 di Luwu Timur Tuai Pujian

11 Okt 2026 - 02:33 WITA

Ekonomi Rakyat Bergerak & meningkat, Expo UMKM Sulsel 2026 di Luwu Timur Tuai Pujian

Wakil Ketua Komisi III DPRD Lutim Badawi Alwi Persoalkan Jarak Pipa Minyak PT Vale dengan Rumah Warga di Balambano

10 Okt 2026 - 05:48 WITA

Wakil Ketua Komisi III DPRD Lutim Badawi Alwi Persoalkan Jarak Pipa Minyak PT Vale dengan Rumah Warga di Balambano
Trending di Luwu Raya